Sabtu, 07 Mei 2011

Money Management

Manajemen keuangan dalam trading forexlah yang menentukan seseorang akan menjadi pemenang atau losers. Sudah terbukti teman2 bahwa 95% yg bermain forex tanpa Money Management yang baik akan BANGKRUT . Kebanyakan traders tidak menyadarinya sampai saat ini.

Money management sangatlah berbeda dengan “keputusan pada saat akan bertrading (masuk ke pasar)”. Money management lah yang menentukan seberapa besar resiko kerugian yang harus anda tanggung dibanding seberapa besar keuntungan yang akan anda peroleh dalam bertrading.

Ada banyak Strategi dalam Mengatur keuangan anda dalam bertrading :

------------------------------------------------
Yang Pertama dan Yang Paling Utama adalah :
Modal Utama atau bahasa kerennya CORE EQUITY
------------------------------------------------

Jika anda mentransfer uang ke broker. Contohnya anda register ke Marketiva dan spend egold ke Marketiva sebesar $10.000. Uang $10.000 inilah yang dinamakan Modal Utama Anda. Uang $10.000 belum masuk ke Pasar ,hanya anda taruh ke Marketiva untuk kemudian melakukan trading (jual beli eur/usd atau usd/jpy dan lainnya) melalui Marketiva. Kemudian anda melalukan trading sebesar $1.000 maka MODAL UTAMA anda menjadi $9.000. <==== SImak baik2 kawan.

Strategi Money Management
Resiko anda untuk sekali melakukan trading tidak boleh lebih besar dari 3% dari total MODAL UTAMA.

Ada kawan kita di kakus ini yang bermain tidak memberi stoploss. SANGAT TIDAK DIREKOMENDASIKAN . Pernah dengar kasus dibawah ini ??? (Kisah nyata dan akan sangat sering terjadi!!! teman.)

Terjadi pada tanggal 20 Desember (saya masih ingat tgglnya) kira2 2 ato 3 taon lalu. Semua orang yakin bahwa usd akan menguat terhadap euro. Bahkan kakek teman kita inipun yang tidak tahu menahu soal forex tahu akan berita ini bahwa usd akan menguat terhadap euro. Karena THE FED akan menaikkan suku bunga nya. Kemudian tanpa pikir panjang si UCOK(bukan nama sebenarnya) ini pun melakukan Short Euro. Apa yang terjadi teman ? Rupanya ada bandar yang bermain. Om Soros kita ini pun turun tangan. Ternyata Euro lah yang menguat sampai 350 pips. Seberapa besar Margin anda mampu menahan 350 pips ini ?? apalagi kalo anda tidak memberi Stop Loss. Akhirnya MODAL Utama anda LUDES.

Seperti yg terjadi pada screenshot yang ditampilkan teman kita di kakus ini. Untung lah Margin Call menyelamatkannya sehingga dia hanya rugi $20. Sebenarnya dia tidak akan rugi sebesar itu kalo mempelajari Money Management yang baik.


OK. Lanjut ke pelajaran. Resiko sekali Trade tidak boleh lebih besar dari 3% dari Modal Utama anda. Contohnya :

1. Untuk Kasus Short Term Trader.

Total Balance di Marketiva anda sekarang $100 (Seratus)
Jadi dalam satu Trade, Resiko Kerugian anda hanya boleh sampai 3% x $100 = $3. Berarti sekali rugi dalam trade ini hanya boleh sampai $3.

Jika anda memberi ancang2 30pips stoploss. Berarti :
1 pips = $0.3
Brarti berapa Quantity yang harus anda berikan di Marketiva ?
Disini saya pake Excel dengan memberi rumus2, sehingga saya hanya perlu memasukkan entry point saja.

2. Untuk kasus Long Term Trader.
Total Balance di Marketiva anda sekarang $100 (Seratus).
Resiko Kerugian tidak boleh melebihi 3% x $100 =$3

Jika anda memberi stop loss 200pips berarti
1pip = $0.015
Brarti berapa Quantity yang harus anda berikan di Marketiva ?
Disini saya pake Excel dengan memberi rumus2, sehingga saya hanya perlu memasukkan entry point saja.

Yang Terpenting disini adalah “Maximum 3% Resiko dr Modal Utama”. Jangan resikokan hingga 50% dari Modal Utama anda. Berarti dengan 2x kalah saja Account anda sudah LUDES.

Nah sekarang. Resiko nya sebesar 3% Jadi Berapa Keuntungan yang akan saya peroleh ?
Risk : Reward == 1 : 3. Artinya :
Untuk 1 pips resiko kekalahan anda bisa mendapat 3pips keuntungan.
1risk == 3 Reward  ini adalah maximum.
1risk== 2.5 Reward
1risk ==2 Reward
1risk == 1.5 Reward.

Risk : Reward == 2 : 1 sangat tidak tidak direkomendasikan
Apalagi Risk : Reward == 3 : 1. Jangan mau mengambil resiko yang lebih besar dari pada keuntungan yang diperoleh. Seperti pada screenshot di kakus ini. Ada yang masuk ke pasar dengan quantity 5000 dan tidak memberi stop loss tapi keuntungan yang diambil hanya beberapa pips saja. Untung saja pasar gak melawannya. <=== Sangat tidak direkomendasikan kasus spt ini teman2.

Contoh kasus 1risk == 3 reward.
Anda memberi 30pips stoplost anda. Berarti keuntungan anda haruslah 90pips.

Biasanya Para Investor memberi 30pips pada stop lost mereka untuk Intra Day.

Diversifikasi

Maksudnya disini adalah : Jika Modal Utama anda sekarang di Marketiva ada $100. dan anda melakukan Trading yang pertama dengan resiko sebesar 2%. Berarti sisa Modal Utama anda sekarang Menjadi $98. Dan untuk Trade yang kedua akan Dihitung 2% x $98 jika anda memakai 2% sebagai resikonya.

Ada 2 Strategi lagi :
1. Strategi “Berjudi” SANGAT TIDAK DIREKOMENDASIKAN
Strategi ini diadopsi dari para penjudi. Jika kalah $10, Pasang $20, Jika kalah Pasang $40, kalah lagi, Pasang Lagi $80. Dengan Asumsi anda tidak mungkin kalah seterusnya.
Ingat!!!. Jika anda taruh uang $100 dan anda kalah sampai $20. Uang $20 ini tidak mungkin dalam waktu 6 bulan akan menjadi $100.

2. Strategi anti- “Berjudi”.=== Tambahlah Resiko anda jika menang dan kurangi resiko jika kalah.
Contoh :

Kasus Pertama
Modal Utama anda pada saat mulai bermain $1.000. Setelah 6 bulan. Modal Utama menjadi $1.500. jadi anda bisa menghitung resiko anda dari :

Persentase Resiko x Modal Utama Sekarang
3% x 1.500

Kasus Kedua
Modal Utama anda pada saat mulai bermain $1.000. Setelah 6 bulan. Modal Utama menjadi $500. jadi anda bisa menghitung resiko anda dari :

Persentase Resiko x Modal Utama sekarang
3% x 500


3. Strategi Pengembalian yang tinggi SANGAT DIREKOMENDASIKAN
Anda bisa menaikkan resiko kerugian lebih tinggi. Dengan begini Jelas Profit akan lebih tinggi kalau Take Profit anda tercapai.

Contoh Kasus :

Modal Utama anda pada saat mulai bermain $1.000. Setelah 6 bulan. Modal Utama menjadi $1.500. jadi anda bisa menghitung resiko anda dari :

(Persentase Resiko x Modal Utama Saat Mulai Trading) + (Persentase resiko yg lebih Tinggi x Keuntungan anda)
(3% x 1.000) + (5% x $500)

Dengan Strategi ketiga ini diharapkan anda mendapat profit yang lebih tinggi jika menang .Dan jika anda kalah. Anda masih kalah 3% dari Modal Utama Pertama anda.

courtesy of : Thinkfast (BF Community)

Anda Seorang Trader ?

Apakah profesi seorang trader menjanjikan?
Kenapa kebanyakan trader banyak yg rugi?
Kenapa maen forex n saham selalu rugi?


INI ADALAH TAHAPAN/TINGKATAN SEORANG TRADER UNTUK MENJADI SUKSES BERMAEN DI FOREX N SAHAM
DAN SETELAH ANDA BACA TAHAPAN INI MOHON DI SIKAPI DGN BIJAK DAN TIDAK EMOSIONAL.

Level 1 Unconscious Incompetence
Begitu kamu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. Kamu menjadi trader karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kamu telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.

Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan insting ( baca artikel tentang insting di psikologi trading), toh kamu bisa profit.

Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan??.

Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tetap mengira kamu bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).

Kamu tetap mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang kumplit, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut / FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka.sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.
Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.
90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.

Level 2 Conscious Incompetence
Di level ini kamu sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu tahu solusinya, kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu dikaburkan oleh emosi kamu sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih.

Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang ada di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu praktekan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.

Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu percis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.

Kamu akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.

Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kamu.

Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.

Level 3 The EUREKA Moment
Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.

Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

Kamu mulai trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.

Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.

Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum siap namun sekarang kamu siap.

Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

Level 4 Conscious Competence
Oke, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.
Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.

Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.

Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang.

level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

Level 5 Unconscious Competence
Nah sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara alami, kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.

Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu akan berlipat-lipat dari account awal.

Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

Sekarang kamu bisa dengan bangga berkata " SAYA SEORANG TRADER".

Forex Trading ?

Forex (Foreign Exchange) Trading merupakan investasi pada sektor finansial yang tergolong paling high risk-high return investment. Artinya, peluang untuk memperoleh keuntungan sangat besar bahkan dapat mencapai ratusan persen perbulan namun diimbangi dengan kemungkinan kerugian yang besar apabila tidak dikelola dengan baik.
Perlu Anda pahami konsep high risk-high return disini. Pada dasarnya, semua jenis investasi memiliki kemungkinan merugi. Besarnya potensi kerugian akan sebanding dengan besarnya potensi keuntungan yang dapat kita peroleh disini. Semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh disini, maka semakin besar juga potensi kerugian yang dapat timbul dan sebaliknya.
Jika Anda tergolong sebagai Safe Investor yang tidak menyukai resiko atau ‘guncangan-guncangan’ dalam portfolio investasi Anda, maka nampaknya forex trading bukan jenis investasi yang cocok bagi Anda. Hal ini disebabkan karena forex trading merupakan investasi yang memiliki pergerakan sangat cepat dalam likuiditas maupun dalam pergerakan harga. Secara logika, forex trading dapat saja membawa Anda memperoleh keuntungan sebesar puluhan sampai ratusan persen dalam satu harinya namun juga dapat membawa Anda kehilangan jumlah yang sama.
Jika Anda seorang Risk Taker, maka forex trading adalah jenis investasi yang cocok dengan Anda, dalam arti untuk memperoleh keuntungan besar, maka ia pun siap menanggung potensi kerugian yang sama besarnya.
Lalu adakah cara meminimalisasi potensi kerugian yang ada? Tentu saja ada! Risk management dan kemampuan analisa Anda adalah kuncinya disini. Semakin baik Anda dalam menjalankan risk management dan menganalisa pergerakan harga pasar, maka semakin kecil potensi loss yang dapat terjadi. Semuanya berbanding lurus.
Apapun analisa yang Anda gunakan, entah Analisa Teknikal, Analisa Fundamental ataupun kombinasi keduanya, Anda memerlukan Manajemen Resiko yang bertujuan untuk mengelola tingkat resiko dan keuntungan Anda berdasarkan modal yang dimiliki. Anda harus dapat menjawab berapa besar maksimal loss yang Anda mau tanggung dalam satu posisi dan perlu berapa kali loss/rugi secara berturut-turut hingga modal Anda habis tuntas.